SMK MUHAMMADIYAH LUMAJANG

Jalan Letkol Slamet Wardoyo No. 103

Satu Jiwa Taklukkan Masa Depan

KARNAVAL DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT RI YANG KE-77

Kamis, 08 September 2022 ~ Oleh SMK MULU ~ Dilihat 153 Kali

Oleh : Elfilia XI TF

 

Senin sampai dengan Rabu, 29-31 Agustus 2022, Pemerintah Kabupaten Lumajang menyelenggarakan karnaval dalam rangka memperingati HUT yang ke-77 RI. Banyak siswa siswi dari sekolah mereka masing-masing maupun masyarakat umum yang turut serta untuk memeriahkan karnaval ini. Mereka menampilkan tari, sendratari, drama kolosal, dan lain sebagainya.

Karnaval untuk tingkat SMA/SMA umum dilaksanakan pada Rabu, 31 Agustus 2022. Karnaval ini dimulai dengan start di depan kantor Bupati Lumajang dan berakhir di jalan Panjaitan. Bupati Lumajang Bapak Thoriqul Haq beserta Wakil Bupati Lumajang Bunda Indah Amperawati Masdar juga turut serta mengikuti karnaval ini dengan berjalan kaki diikuti oleh para pegawai dinas kantor Bupati Lumajang mulai awal hingga akhir. Selain Bupati beserta Wakil Bupati, karnaval ini juga diikuti oleh Dinas Ruang Tata Usaha, Dinas Perhubungan (Dishub), Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI), dan masih banyak lagi.

Karnaval ini diikuti oleh 32 peserta tingkat SMA/SMK/MA dan umum. Salah satu peserta karnaval yakni SMK Muhammadiyah Lumajang atau yang biasa dikenal dengan sebutan SMK MULU. SMK Muhammadiyah Lumajang menampilkan seni tari dengan judul "Kidung Ranggalawe". Tarian ini adalah sebuah pertunjukan yang mengisahkan perebutan kekuasaan yang terjadi pada masa kerajaan Majapahit. Kisah yang diwarnai dengan sebuah peperangan yang harus berakhir tragis dengan kematian. Ranggalawe adalah salah satu sahabat setia Raden Wijaya, pendiri Majapahit.Ia turut berjasa dalam membangun kerajaan. Namun, ia tidak puas hanya menempati posisi sebagai Adipati Tuban. Ia pun membuat kekacauan di istana Majapahit dan merencanakan sebuah pemberontakan karena hasutan Mahapati Halayuda. Sementara itu Kebo Anabrang merupakan panglima perang Majapahit yang baru pulang dari tanah seberang. Ia merupakan sosok yang sudah terbiasa melihat banjir darah serta berlayar di lautan darah. Atas perintah Raden Wijaya, Kebo Anabrang memimpin pasuka Majapahit menuju Tuban untuk menghukum Ranggalawe. Akhirnya pemberontakan Ranggalawe yang terjadi disekitar Sungai Tambak Beras, Jombang berakhir dengan kekalahan Ranggalawe. Ia pun tewas secara tragis dan tenggelam dalam perebutan kekuasaan.

Gambar 1. Penampilan Peserta Karnaval SMK MULU (1)

 

SMK Muhammadiyah Lumajang mendapatkan juara pertama karnaval kategori tampilan karya seni terbaik serta juara pertama karnaval kategori mobil hias terbaik. Seluruh warga SMK Muhammadiyah Lumajang sangat bersyukur dan bangga dengan apa yang telah diraih. Tak terkecuali peserta karnaval dari SMK Muhammadiyah Lumajang. Ainul Yakin X Layanan Kesehatan, salah satu pemeran pasukan Kebo Anabrang menyampaikan rasa bahagianya karena berhasil mempersembahkan kejuaraan untuk sekolah tercintanya. Ia menyampaikan bahwa semua rasa lelahnya hilang, terbayar tuntas dengan prestasi yang mereka raih. Sebelumnya, Rafael X Teknologi Farmasi yang juga merupakan pemeran pasukan Kebo Anabrang sempat tidak sabar menunggu pengumuman. Ia berkali-kali menanyakan pengumuman kejuaraan karnaval, bahkan saat sekolah memberi kesempatan untuk beristirahat di rumah. Hal senada juga disampaikan oleh Fahrul Zaki XII MM dan Marta XI Layanan Kesehatan. Mereka mengungkapkan rasa bahagianya karena perjuangan yang telah dijalani, tidak berakhir sia-sia.

Tak hanya dari pemeran, Nur Amalah XII Keperawatan dan Anita Riski XII TLM juga mengungkapkan hal yang sama. Kedua anggota jurnalistik ini menyampaikan rasa bahagianya karena berhasil menjadi pemenang. Mereka mengungkapkan rasa syukur karena sekolah telah memberikan kepercayaan kepada mereka untuk turut serta dalam “Kidung Ranggalawe” sebagai Master of Ceremony (MC). Bahkan meskipun harus sakit karena mencapai finish sekitar pukul 23.50 WIB, mereka mengaku tidak menyesal dan bangga telah mengikuti kegiatan karnaval tahun ini.

Gambar 2. Tim Karnaval SMK MULU (2)

 

Pandemi yang terjadi selama kurang lebih dua tahun menyebabkan masyarakat Lumajang menyambut kegiatan karnaval ini dengan antusias. Walaupun cuaca sangat terik mereka rela berkumpul di sepanjang jalan Diponegoro untuk menunggu acara sejak pukul 12.30 WIB. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengambil gambar maupun video untuk dijadikan sekadar dokumentasi maupun untuk konten pada channel youtube mereka.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. Agus Siswantono, M.Psi

Bismillahirohmannirrohim Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website…

Selengkapnya